Bolehkah Mengumpulkan Air Ludah Lalu Menelannya Saat Puasa?


Fatwa Al Allamah Muhammad Shalih Al ‘Utsanium rahimahullah

Pertanyaan:
Seorang pendengar mengajukan pertanyaan lain. Dia bertanya, “Apa hukum mengumpulkan air liur kemudian menelannya di siang hari bulan Ramadhan?

Jawab:
Sepantasnya perbuatan ini tidak dilakukan. Hendaknya seseorang menjadikan tabiat ini sebagaimana yang Allah ciptakan atasnya.
Tatkala engkau mngumpulkan air liur ini kemudian engkau telan, itu berarti engkau telah menghalangi siklus air liur secara alamiah.
Sebagian ulama berpendapat bahwa mengumpulkan air ludah kemudian meenelannya hukumnya makruh.
Dengan demikian, sepatutnya engkau tinggalkan perbuatan ini.
Akan tetapi engkau boleh berkumur-kumur jika mulutmu terasa kering dan engkau kesulitan untuk bicara atau terasa berat, silakan engkau berkumur-kumur dengan tujuan sebatas membersihkan mulut. Karena mulut bukanlah”tujuan” orang berbuka, maksudnya bukan tempat tujuan sampainya makanan atau minuman orang berbuka.

*****
Sumber: Silsilah Fatawa Nur Ala Darb, No.74
Diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Wanitasalihah.com
Artikel wanitasalihah.com

Simak versi audio berikut:

السؤال:

أيضاً لدى المستمع سؤال آخر يقول فيه: ما حكم من يجمع ريقه ثم يبتلعه في نهار رمضان؟

الجواب:

الشيخ: لا ينبغي أن يفعل ذلك؛ لأنه ينبغي للإنسان أن يجعل الطبيعة على ما خلقها الله عليه. وهذا الريق إذا جمعته ثم بلعته فقد حبسته عن سيره المعتاد. ثم إن بعض أهل العلم قال: إنه يكره أن يجمع ريقه فيبتلعه. وعلى هذا فلا ينبغي لك أن تفعل ذلك، ولكن لك أن تتمضمض إذا نشف فمك وصعب عليك الكلام أو شق عليك ذلك، تمضمض لأجل أن يبتل الفم؛ لأن الفم ليس الوصول إليه مفطراً؛ أعني ليس وصول الطعام إليه أو الشراب مفطراً.

Related Post

One comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *