Terlanjur Buka Puasa 30 Menit Sebelum Azan karena Mengira Sudah Azan


BUKA PUASA

Pertanyaan:

Suatu hari, saya pernah berbuka puasa 30 menit sebelum azan magrib berkumandang, karena saya kira sudah terdengar azan sebelumnya. Waktu itu, ada teman saya yang ikut berbuka. Apakah saya harus mengganti puasa? Apakah saya menanggung dosa teman saya karena membuatnya berbuka sebelum waktunya (gara-gara saya salah mengira azan)?

Jawaban Syaikh muhammad bin Shalih Al-Utsaimin,

Jika Anda betul-betul telah mendengar azan atau langit memang mulai gelap, dan Anda berprasangka kuat bahwa matahari memang sudah tenggelam, maka Anda mendapat uzur.

Akan tetapi, jika kasusnya telinga anda mendengar sesuatu lalu anda mengira itu adzan, semacam ini tidak bisa jadi uzur. Dengan demikian, Anda wajib qadha (mengganti puasa) untuk diri Anda dan semua yang ikut berbuka bersama Anda.

Jika teman Anda mendapat uzur — karena dia hanya mengikuti Anda, dan menduga anda layak diikuti — maka jika dia ingin qadha puasa, itu lebih afdhal (utama). Namun jika dia tidak melakukan qadha puasa maka dia tidak berdosa. Adapun Anda tetap wajib qadha puasa.

***

Sumber: Silsilah Liqa’ Syahri
Penerjemah: Tim Penerjemah WanitaSalihah.Com
Muraja’ah: Ustadz Ammi Nur Baits

Artikel WanitaSalihah.Com

السؤال :
أفطرت يوماً قبل أذان المغرب بنصف ساعة، ظناً مني بسماع الأذان، وجاء رجل آخر وفطرته معي فهل عليَّ إعادة؟ وهل عليَّ إثم صاحبي؟

الجواب :

إذا كنت قد سمعت أذاناً أو كانت السماء مغيمة، وظننت أن الشمس قد غابت فأنت معذور، أما مجرد أن طنت أذنك فظننته أذاناً فإن ذلك لا يكفي، وعليك أن تقضي أنت ومن أفطر معك، وإن كان الذي أفطر معك قد يكون معذوراً حيث قلدك وظنك أهلاً للتقليد، فالذي معك إن قضى فهو أفضل وإلا فلا قضاء عليه، وأما أنت فعليك القضاء .

المصدر: سلسلة اللقاء الشهري > اللقاء الشهري [8 ]

الصيام > مفسدات الصوم

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.