Perhiasan Dunia Itu Sedikit dan Akan Hilang


hakekat kenikmatan dunia

Sebanyak apapun perhiasan dunia, tetap saja sedikit jika dibandingkan dengan kenikmatan yang Allah Ta’ala siapkan di akhirat bagi hamba-hamba-Nya yang bertaqwa. Allah Ta’ala berfirman,

فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي الآخِرَةِ إِلا قَلِيلٌ

“Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit.” (Qs. At Taubah: 38)

yakni, sekiranya perhiasan dunia itu dibandingkan dengan kenikmatan akhirat, tentu sangat sedikit. (Tafsir Al Manar, jilid 10 hlm. 495)

Jika perhiasan dunia itu kecil dan punah (fana), maka nikmat yang ada di sisi Allah itu banyak dan kekal, Allah menyiapkannya bagi hamba yang bertaqwa, dan itu lebih baik daripada perhiasan dunia. Allah Ta’ala berfirman,

قُلْ مَتَاعُ الدُّنْيَا قَلِيلٌ وَالآخِرَةُ خَيْرٌ لِمَنِ اتَّقَى وَلا تُظْلَمُونَ فَتِيلا

 “Katakanlah, ‘Kesenangan di dunia ini hanya sedikit dan akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa (memdapat pahala turut berperang) dan kamu tidak akan didzalimi sedikitpun.” (Qs. An Nisa’: 77).

Maka setiap perhiasan yang ada di dunia adalah kecil dibandingkan nikmat yang Allah Ta’ala sediakan bagi hamba-Nya yang bertaqwa, karena perhiasan dunia itu terbatas dan fana.

Allah Ta’ala berfirman,

مَا عِنْدَكُمْ يَنْفَدُ وَمَا عِنْدَ اللَّهِ بَاقٍ وَلَنَجْزِيَنَّ الَّذِينَ صَبَرُوا أَجْرَهُمْ بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

“Apa yang ada di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami pasti akan memberi balasan kepada orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan.” (Qs. An Nahl: 96)

Yakni, karena setiap apa yang diberikan pada manusia dari perhiasan dunia pasti hilang, atau berpisah dengannya dan hilang setelah mati. Sedangkan kenikmatan akhirat maka itu kekal dan terus menerus.

Allah Ta’ala berfirman,

وَمَا أُوتِيتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَمَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَزِينَتُهَا وَمَا عِنْدَ اللَّهِ خَيْرٌ وَأَبْقَى أَفَلا تَعْقِلُونَ

“Dan apa saja (kekayaan, jabatan, keturunan) yang diberikan kepada kamu, maka itu adalah kesenangan hidup duniawi dan perhiasannya; sedang apa yang di sisi Allah adalah lebih baik dan lebih kekal. Maka Apakah kamu tidak memahaminya?” (Qs. Al Qashas: 60)

Apakah kita tidak berfikir bahwa nikmat yang ada di sisi Allah itu kekal dan tentu lebih baik daripada kenikmatan semu yang ada pada manusia? Selanjutnya orang yang berakal tentu tak rela menukar nikmat akhirat dengan nikmat dunia. Orang yang mendahulukan dunia atas akhirat tentulah orang yang tak beriman dengan hari akhir. (Tafsir Ibnu Katsir, jilid 3 hlm, 356, Tafsir Al Qurthubi, jilid 13 hlm. 302, Tafsir Al Manar, Jilid 8 hlm. 495)

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *