Membuat Briket Bonggol Jagung Rumahan Jagung merupakan salah satu bahan pangan yang sangat populer dan mudah diolah menjadi berbagai jenis hidangan. Mulai dari sayur asam, perkedel jagung, hingga jagung bakar dan rebus—semuanya menjadi menu favorit yang sering dinikmati bersama keluarga. Namun, setelah jagung dikonsumsi, kita sering kali menyisakan limbah seperti rambut jagung, kulit luar, dan bonggolnya atau biasa juga disebut tongkol. Sayangnya, limbah ini kerap dianggap tidak berguna dan langsung dibuang. Padahal, jika dikelola dengan baik, seluruh bagian sisa dari jagung tersebut bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang bermanfaat. Salah satu bentuk pemanfaatan limbah jagung yang menarik untuk dicoba adalah pembuatan briket arang dari bonggol jagung. Selain membantu mengurangi sampah organik, briket ini juga bisa menjadi alternatif bahan bakar yang lebih ramah lingkungan. Proses pembuatannya pun cukup sederhana, hanya memerlukan dua bahan utama: bonggol jagung yang telah dikeringkan dan sedikit kanji sebagai perekat. Mengapa harus membuatnya menjadi briket ? Meskipun bonggol jagung bisa langsung digunakan sebagai bahan bakar, mengolahnya menjadi briket memiliki banyak keunggulan. Briket lebih padat dan menghasilkan panas yang stabil, sehingga pembakaran menjadi lebih efisien dan tahan lama. Selain itu, briket menghasilkan lebih sedikit asap, tidak mudah hancur, dan lebih mudah disimpan maupun dibawa. Briket cenderung memiliki bentuk yang seragam, sehingga juga cocok untuk keperluan memasak seperti membakar ikan agar matang merata. Selain praktis, briket dari limbah seperti bonggol jagung juga bisa menjadi produk bernilai ekonomis dan ramah lingkungan. Melalui cara ini, kita tidak hanya memanfaatkan limbah bonggol jagung. Kita akan membahas lebih lanjut bagaimana proses pembuatan briket dari bonggol jagung dapat dilakukan dengan mudah di rumah. Untuk proses yang sesuai juga sebenarnya banyak tersedia di youtube. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh Haryono dan rekan-rekannya pada tahun 2020, proses pembuatan briket juga dapat mencampurkan sampah plastik rumah tangga berbahan PET sebagai salah satu bahan tambahan. https://dislhk.badungkab.go.id/artikel/17841-jenis-jenis-plastik Beberapa peralatan yang perlu disiapkan antara lain: ember bekas cat berbahan logam (berkapasitas 20 liter atau 25 kg) untuk pembakaran bonggol jagung menjadi arang, pipa paralon (berdiameter 5 cm dan tinggi 10 cm) yang dapat dipotong sesuai ukuran di toko bangunan. Berikut adalah langkah-langkah lengkap yang dapat diikuti untuk mengolah arang bonggol jagung menjadi briket: Pengeringan Arang Setelah bonggol jagung disiram air untuk menghentikan pembakaran, jemur arang tersebut di bawah sinar matahari langsung hingga benar-benar kering. Arang yang masih basah akan sulit dihancurkan dan dapat mengganggu proses pencetakan. (Pastikan arang benar-benar kering agar tidak menggumpal saat dicampur dengan perekat.) Penghalusan Arang Setelah kering, haluskan arang menggunakan alat penghancur sederhana, seperti: Ulekan besar, Palu kayu, Atau blender kering (jika jumlah sedikit). Tujuannya adalah mendapatkan tekstur bubuk arang yang halus dan merata. Ukuran partikel dalam briket sangat mempengaruhi nilai kalor yang dihasilkan. Semakin kecil partikel, semakin tinggi nilai kalornya karena kandungan air lebih sedikit. Sebaliknya, partikel yang lebih besar cenderung menyimpan lebih banyak air sehingga menghasilkan energi panas yang lebih rendah. Pembuatan Adonan Briket Campurkan bubuk arang bonggol jagung dengan perekat alami seperti kanji (tepung tapioka). Komposisinya dapat berupa: 90 gram bubuk arang 10 gram Kanji 15% (kanji dilarutkan dan dimasak hingga mengental selama 2 menit) Campuran arang dan kanji sambil terus diaduk hingga adonan kalis dan bisa dibentuk. Ciri adonan yang siap cetak: Bisa dikepal padat (seperti tanah liat basah), Tidak ada serbuk arang yang rontok saat diremas, Tidak lengket berlebihan di tangan. Jika tekstur belum pas: Terlalu basah (lengket): Tambahkan sedikit bubuk arang atau kanji kering. Terlalu kering (remah): Tambahkan air 10–20 ml, aduk, dan ulangi jika perlu. Jika adonan sudah pas, lanjutkan ke tahap pencetakan menggunakan paralon dengan diameter 5 cm dan ketebalan 10 cm. ukuran ini diharapkan mempercepat pembentukan bara saat dibakar. Agar briket lebih padat dapat menggunakan batu bata atau batako untuk menekan. Jemur di bawah sinar matahari selama 1 hari atau sampai kering https://repository.pertanian.go.id/ ⚠️ Catatan & Peringatan Jauhkan proses pembakaran dari jangkauan anak-anak. Pastikan aktivitas ini dilakukan oleh orang dewasa atau dengan pengawasan yang memadai. Pilih lokasi yang aman dan terbuka, jauh dari bahan mudah terbakar dan area padat penduduk. Hindari membakar saat angin kencang, karena dapat menyebarkan percikan api dan asap ke lingkungan sekitar. Perhatikan kenyamanan lingkungan, jangan sampai asap yang dihasilkan mengganggu tetangga. ✅ Anjuran Teknis Waktu terbaik untuk melakukan pembakaran adalah pagi hari, saat udara masih tenang dan matahari membantu proses pengeringan. Selalu awasi nyala api, agar pembakaran berlangsung merata dan asap yang keluar bisa diminimalisir. Sumber : Haryono H, Ernawati E, Solihudin S, Susilowati DA. Uji Kualitas Briket dari Tongkol Jagung dengan Perekat Kanji/PET dan Komposisi Gas Buang Pembakarannya. JIIF (Jurnal Ilmu dan Inovasi Fisika). 2020 Aug 1;4(2):131-9. Hondong H, Ihsan I, Hernawati H. Karakteristik briket tongkol jagung dan briket tempurung kelapa berdasarkan variasi ukuran butiran arang dan konsentrasi perekat. JFT: Jurnal Fisika dan Terapannya. 2017 Jun 30;4(1):73-82. July 15, 2025 by WanitaSalihah 0 comments 502 viewson Khazanah Share this post Facebook Twitter Google plus Pinterest Linkedin Mail this article Print this article Tags: Arang briket jagung Next: Teh Rambut Jagung untuk Penderita Diabetes Previous: Doa Adalah Obat yang Paling Bermanfaat