Doa Adalah Obat yang Paling Bermanfaat


Doa senjata mukmin

Doa itu termasuk obat yang paling bermanfaat.
Musuh dari penyakit , dari bala’, dari hal-hal buruk yang menimpa.
Melawannya dan berhadapan dengannya.
Mencegah jangan sampai bala’ tersebut turun menimpa.
Jika sudah menimpa, maka agar bisa diangkat bala’ tersebut .
Atau agar meringankannya.
Dan doa adalah silaahul mu’min (senjata orang beriman).

Perkataan Ibnul Qayyim rahimahullah ini menjelaskan bahwa doa adalah obat yang bermanfaat, terkhusus untuk penyakit hati. Dan hal ini berlaku umum. Bahwasanya obat yang paling bermanfaat adalah doa, baik yang kita alami adalah penyakit fisik maupun hati.

Ibnul Qayyim rahimahullah sering mengobati dirinya dengan membaca surat Al-Fatihah dan beliau juga menyampaikan hal ini kepada banyak orang, dan banyak orang sembuh penyakit fisiknya dengan doa. Terlebih lagi penyakit hati. Oleh karenanya, disebutkan doa adalah سلاح المؤمن (senjata orang beriman).

Datang sebuah riwayat, riwayat ini lemah tapi maknanya benar, bahwasanya doa adalah senjata seorang mukmin. Maka doa adalah obat yang harus pertama kali kita perhatikan, senjata yang harus dibawa, karena kita akan berhadapan dengan berbagai macam rintangan. Jangan kita meremehkannya. Doa adalah obat yang sangat bermanfaat, hanya saja seseorang tidak memperhatikannya.

 

Berkata Imam Syafi’i rahimahullah,

أَتَهْزَأُ بِالدُّعَاءِ وَتَزْدَرِيه؟ وَمَا تَدْرِي بِمَا صَنَعَ الدُّعَاءُ ,سِهَامُ اللَّيلِ لا تُخْطِي . وَلَكِنْ لَهَا أَمَدٌ وَلِلْأَمَدِ انْقِضَاءُ

“Apa kau meremehkan doa dan menganggapnya enteng?
Kau tidak tahu apa yang bisa dilakukan oleh doa,
Doa itu seperti anak panah yang dilepaskan di tengah malam,
Dan tidak akan meleset.
Hanya saja waktu mengenai sasaran butuh waktu.”

Maka doa adalah senjatanya orang beriman. Jangan jadikan doa itu senjata terakhir. Ini adalah kesalahan fatal yang dilakukan mukmin dan mukminah, padahal dia adalah senjata utama.

Fungsi doa adalah bisa mencegah bala’.
Bala’ akan menimpanya, tetapi terhalang, tidak jadi menimpanya karena dia berdoa pada Allah. Meminta al – ‘afiyah (keselamatan) sehingga seharusnya bala menimpanya, akan tetapi tidak jadi. Bala’ bisa berupa penyakit, musibah, kesengsaraan, penderitaan, bencana, hal-hal yang tidak disukai, dan lain-lain.

Fungsi doa adalah mengangkat bala’
Yaitu bala’ tersebut sudah menimpa, tapi doa tersebut bisa mengangkatnya.

Fungsi doa yaitu mengurangi kepedihan atau penderitaan dari bala’ tersebut.
Jadi tidak ada ruginya di dalam berdoa.

 

Kondisi antara doa dan bala’ ada 3 kemungkinan :

1. Doa lebih kuat daripada bala’, maka bala’ akan hilang atau terangkat.

Bagaimana doa itu bisa kuat? Tentunya dengan hal-hal berikut:
– memenuhi syarat-syarat dalam berdoa
– adab-adabnya dan
– berdoa dengan penuh keyakinan

2. Doa lemah, maka hamba tersebut terkena bala’ tetapi bisa jadi doa tersebut tetap mampu menguranginya meskipun doanya lemah, kurang kuat, dan kalah dengan bala’. Bala’ yang harusnya dahsyat menjadi lebih ringan karena doa

3. Sama-sama kuat antara doa dan bala’.
Sehingga ketika bala’nya akan turun tetapi tidak jadi. Atau kalau bala’nya sudah menimpa tapi tidak berkurang/terangkat dan tidak bertambah. Tidak bertambah banyaknya tapi juga tidak hilang penyakitnya/bala’nya.

Ini adalah kemungkinan-kemungkinan secara aqliyah (sacara akal)

Dan diantara obat yang paling bermanfaat adalah merengek-rengek berulang-ulang minta kepada Allah. Sebagaimana firman Allah dalam surat Al- A’raf: 55

ٱدْعُوا۟ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً

“Berdoalah kepada Rabb kalian dengan merendah, mengutarakan kekurangan dan kehinaan..” Qs. Al-A’raf: 55

 

***
Faedah dari kajian Kitab Mukhtashar Adda’ wad Dawa’, Ibnu Qayyim Al Jauziyah yang disampaikan oleh Ustadz  Dr. Firanda Andirja, M.A.
https://on.soundcloud.com/q0bwrRwx8xNjX5Klx5

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.