Ayahku Meninggal di Bulan Ramadhan Tahun Ini, Apa yang Harus Kuperbuat?


Nasehat Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Mukhtar Asy Syinqithiy hafizhahullah

Pertanyaan:
Fadhilatusy Syaikh, sungguh aku mencintaimu karena Allah. Ayahku meninggal di bulan Ramadhan tahun ini, rahimahullah. Bagaimana caranya agar aku bisa berbakti kepadanya setelah beliau wafat. Wajazaakumullahu khairan.

Jawab:
Saya memohon kepada Allah agar merahmati beliau sebagaimana Allah merahmati kaum muslimin seluruhnya, memberi ampunan beliau wahuwa ghafururrahim  dan menjadikan kita golongan orang yang berbakti.
Dengan kemuliaan dan keagunganMu Ya Allah berikanlah kepada kami sebaik-baik bakti pada orangtua.

Pertama,
Berdoalah kepada Allah,

اللهم  اجعلني برا بوالدي ولا تجعلنى عاقا لهما 

“Ya Allah jadikanlah aku anak yang berbakti dan jangan jadikan aku anak yang durhaka kepada keduanya.”

Karena doa, kunci segala kebaikan. Dan amal bakti, wewenang Allah. Allah berikan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Disana ada kaum yang Allah beri taufiq berbakti pada orangtua. Bakti kepada orangtua tidaklah diraih dengan kecerdasan atau kepintaran, kekuatan tapi semata-mata karena karunia Allah.

Oleh karena itu Nabi Isa alaihissalam berkata,

وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا

Dan (Dia menjadikanku) berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka.”(QS. Maryam: 32)

Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Yahya,

وَبَرًّا بِوَالِدَيْهِ وَلَمْ يَكُنْ جَبَّارًا عَصِيًّا

“Dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka.” (QS. Maryam: 44

Ini menunjukkan bahwa bakti orangtua adalah karunia Allah.

Kedua,
Hendaknya engkau mengambil sebab untuk bisa berbakti kepada orangtuamu, yang dapat membantumu berbakti pada keduanya.
Hendaknya engkau selalu mengingat besarnya pahala dan ganjaran yang Allah berikan.
Engkau ingat lantaran kematian ayahmu, engkau memulai bentuk bakti yang baru.
Yaitu bakti setelah kematian.
Inilah bakti kepada orang tua yang paling jujur.
Karena bakti disaat orangtua masih hidup terkadang karena tuntutan kesopanan,  terkadang tersusupi riya(ingin dilihat orang), terkadang ingin di puji ayah atau ibu.
Akan tetapi setelah ayah ibu meninggal,  tidak ada yang mendengar baktimu kecuali Allah, tidak ada yang melihat baktimu kecuali Allah.
Saat itu engkau berbakti dengan bakti yang paling jujur, bakti yang paling ikhlas,
Bakti setelah kematian.

Ketiga,
Sangat butuhnya kedua orangtua terhadap bakti anaknya. Orangtua yang telah meninggal lebih butuh bakti anaknya dari pada saat mereka hidup. Karena saat hidup hanya sebatas kebutuhan maslahat kehidupan saja.
Akan tetapi saat mereka berdua telah wafat dan berada di dalam kubur maka tidak ada yang mengethaui kedaaan mereka kecuali Allah.
Kasih sayangmu pada mereka dan doamu agar Allah merahmati mereka berdua,sesuatu yang tidak ada bandingannya.

Betapa banyak ayah berada di kegelapan kubur lalu Allah meneranginya dengan cahaya karena sebab keutamaanNya kemudian karena sebab doa anak untuk sang ayah.
Betapa banyak ibu berada di kegelapan kuburnya dan di dalam kesempitan liang lahat lalu Allah memberinya cahaya penerang dan melapangkan kuburnya dengan sebab keutamaanNya kemudian karena sebab bakti anak untuk sang ibu.

Bakti setelah kematian sangat dibutuhkan orangtua, mereka sangat butuh baktimu sekarang. Walaupun mereka berdua dahulu termasuk orang shalih.
Berdoalah agar Allah memberi cahaya kubur,  melapangkan kubur keduany.
Ingkatlah keduanya sangat butuh doamu sekarang.
Bakti setelah kematian adalah bakti yang sangat dibutuhkan, sangat mendesak.

Saudaraku sebagai gambaran,
Andai engkau diletakkan di sebuah kamar seukuran badanmu. Kamar ini bisa diluaskan dan bisa disempitkan untukmu. Bagaimana keadaan mu saat itu?
Betapa masa-masa itu penuh kebahagiaan tatkala kamar ini diluaskan untukmu, diberi cahaya didalamnya.

Tatkala engkau berdoa,
Ya Allah rahmatilah kedua orangtuaku…
Lapangkan kubur mereka berdua…
Terangilah kuburnya..
Lapangkanlah kubur ayahku..
Lapangkanlah kubur ibuku..
Tatkala itu engkau telah memasukkan kebahagiaan pada keduanya.
Engkau telah berbuat baik kepada keduanya.
Kedua orangtua sangat butuh baktimu sekarang ini.
Jadikanlah semangatmu untuk berbakti kepada keduanya.
Jadilah engkau sebaik baik anak laki-laki..
Sebaik-baik anak perempuan..
Janganlah engkau lupakan orangtuamu..
Jangananlah engkau lupakan ibumu..
Janganlah engkau lupakan..
Betapa lama mereka berbuat baik padamu..
Betapa lama mereka mendidikmu..
Betapa lama mereka memberimu makan..
Betapa lama mereka memberimu minum..
Dengan ijin Allah Jalla Jalaaluh.
Betapa lama mereka meluruskanmu..
Betapa lama mereka membimbingmu..
Betapa lama mereka mencintaimu..
Bagaimanapun tindakan keras orangtua padamu..
Hanya Allah yang Maha tahu kadar kecintaan orangtuamu padamu.
Tidak mungkin engkau lupakan kebaikan mereka.
Barangsiapa berbuat baik pada orangtuanya niscaya Allah akan mencintainya.
Sungguh Allah mencintai orang yang berbakti.
Bersungguh-sungguhlah  berbakti kepada orangtuamu yang telah tiada.

Ketiga,
Ikhlas dalam berbakti semata-mata karena Allah,
Bakti yang tidak dilihat oleh mata manusia,
Yang tidak didengar oleh telinga manusia,
Engkau berharap baktimu benar-benar untuk orangtuamu,
Sedekah sembunyi-sembunyi..

Ingatlah
Betapa lama ibumu meenghidangkan makanan enak untukmu..
Betapa lama dia memberimu makan..
Betapa lama mereka memenuhi kebutuhanmu..
Betapa lama ibumu menyusui mu..
Susu yang berasal dari darahnya..
Berilah makanan kepada anak yatim atas nama orangtuamu..
Mintalah kepada Allah,
Agar dengan sebab tersebut Allah merahmati orangtuamu.

Ingatlah kebaikan-kebaikan orangtuamu..
Terkadang orangtua wafat meninggalkan untukmu harta dunia yang banyak.
Dia tidaklah meninggalkanmu dalam keadaan miskin.
Dia meninggalkanmu dalam keadaan sebaik-baik reputasi.
Dia meninggalkanmu keebaikan yang banyak.
Carilah pintu pintu kebaikan..
Katakalan pada dirimu bapakku yang mencukupiku selama ini.
Demi Allah, dunia ini tidak lebih mulia dari baktiku pada keduanya.
Berharaplah pahala dari sisi Rabbmu.

Jadikanlah sedekah sembunyi-sembunyi atas nama kedua orangtuamu,
Sedekah di malam hari atas nama orangtuamu,
Doakanlah mereka dalam sujudmu,
Doaklah mereka disaat terkabulnya doa,  antara adzan dan iqomah,
Jangan pernah lupakan keduanya,
Keduanya di alam kubur sangat butuh baktimu.

Jika engkau melakukan hal demikian semoga Allah memberkahi harta mu.
Allah akan kembalikan berlipat-lipat untukmu,  hartamu,  keluargamu, anak-anakmu.
Dan harta yang digunakan untuk berbakti kepada orangtua adalah cara paling afdhal untuk mendekatkan diri kepada Allah Jalla Jalaaluh.

Betapa banyak harta yang engkau raih saat ini karena keutamaan Allah kemudian karena sebab ayahmu,
Ambillah sedkit hartamu untuk ayah dan ibumu,
Bersedekahlah atas nama ayah ibumu,
Bangunlah masjid aatas nama ayah ibumu.
Dekatkan diri kepada Allah dengan harta dunia ini,

Doakanlah orangtua di setiap shalat. Sebagian salaf berkata,

من صلى ثم دعا لوالديه فقد شكر  الله وشكر لوالديه

Barangsiapa yang shalat kemudian berdoa untuk keduaorangtuanya sungguh ia telah bersyukur kepada Allah dan bersyukur kepada keduaorangtuanya.”

Orang yang berdoa untuk orangtuanya ketika shalat ia telah bersyukur kepada Allah atas nikmat shalat yang ia lakukan. Kemudian ia bersyukur kepada keduaorangtua dengan doa yang ia panjatkan untuk orangtuanya.

Kemudian aku wasiatkan kepadamu wahai saudaraku mintalah kepada Allah untuk kedua orangtuamu dengan sebaik-baik permasalahan.
Mulailah doamu dengan,
Ya Allah selamatkan kedua orangtuaku dari adzab akherat,
Berilah rasa aman keduanya di hari dasyaytnya akherat,
Lindungah keduanya dari adzab kubur,
Rahmatilah mereka berdua,
Dialah Arhamurrahimin..

Jika engkau baca kitabullah atau sunnah Nabi shallallahu alaihi wasallam
Allah akan merahmati makhluknya yang memelas,
Ya Rabbi,  Ya Rabbi Ar hamur rahimin rahmatilah kedua orangtuaku.

Sungguh Allah ta’ala telah mengajarkanmu doa,

وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا

“Dan ucapkanlah: “Wahai Tuhanku, kasihilah mereka keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidik aku waktu kecil.” (QS. Al Isra: 24)

Berdoalah kepada Allah dengaan penuh kejujuran,
Mintalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya,
Agar Allah memberi cahaya kubur kedua orangtua,
Agar Allah memberi kelembutan kepada kedua orangtuamu di akherat,
Mintalah kepada Allah,
Agar Allah memaafkan kedua orangtua,
Agar Allah memaafkan kesalahan dalam menunaikan kewajiban kepada Allah,
Agar Allah memberi ampunan atas apa yang telah lalu,
Memberi ampunan pada kewajiban shalat,  kewajiban zakat, kewajiban puasa,  kewajiban haji,
Keduanya sangat butuh doamu saat ini,
Mintalah kepada Allah agar Dia menolong orangtuamu di akherat kelak,
Melindungi keduanya dari hak hak makhluk,
Mintalah kepada Allah agar melindungi keduanya dari kedzaliman, hak-hak manusia yang belum terpenuhi atau terdzalimi.

Pergilah kepada orang yang pernah bermuamalah kepada orangtuamu,
Mintalah kepadanya berkenan memaafkan kesalahan-kesalahan orangtuamu,
Berbuat baiklah kepada orangtuamu dengan menziarahi mereka,
Niatkan seluruh amal tersebut mengharap pahala dari Allah,
Pergilah kepada sahabat-sahabat ayah ibumu,
Jika mereka melihatmu pastilah mereka mendoakan rahmat untuk orangtuamu,
Semoga Allah merahmati fulan,
Semoga Allah merahmati bapakmu, 
Inilah momen yang tepat, hari yang baik,
Engkau menjadi sebab oranglain mendoakan rahmat untuk orangtuamu.

Demikian anak perempuan,
Ia pergi meziarahi sahabat-sahabat sang ibu,
Engkau meminta agar mereka berkenan memaafkan ibmu..bapakmu..
Katakalah,
Wahai fulan, jika bapakku memiliki hak yang beelum tertunaikan maafkanlah ia,
Atau pernah melakukan perbuatan dzalim,  ghibah, cacaian kepadamu maafkanlah ia,
Lalu jika beliau memaafkannya maka menjadi halal, kedzaliman orangtuamu termaafkan.

Demikian pula termasuk bentuk bakti kepada orangtua adalah dengan berbuat baik kepada saudara dan saudari kandung,
Terlebih saudarimu karena dia seorang wanita yang lemah,
Tatkala bapaknya meninggal ia tak lagi punya siapa-siapa kecuali Allah kemudian  saudara laki-lakinya,
Kunjungilah saudarimu, ucapkanlah salam pada mereka,
Berbuat baiklah kepada mereka,
Penuhilah kebutuhan saudaramu laki-laki dan perempuan,
Terlebih jika saudarimu teelah meenikah mmiliki anak-anak,
Engkau berbuat baik kepada mereka,
Engkau masukkan kehabagiaan kepada mereka,
Maka engkau telah terhitung berbakti kepada orangtuamu,
Seluruhnya adalah sebab datangnya rahmat Allah,
Lakukanlah hal tersebut untuk mendekatkan diri kepada Allah.

Jika saudaramu saudarimu berbuat buruk padamu bersabarlah,
Berharaplah pahala,
Jika nafsumu bangkit karena gangguan mereka,
Ingatlah mereka saudaramu sekandung,
Satu ikatan rahim denganmu,
Ingatlah ayah ibumu,
Bersabarlah,  berharaplah pahala,
Penuhilah kebutuhan saudara/saudarimu,
Teerleebih bila mereeka orang-orang lemah,
Karena itu termasuk berbakti kepada orangtua setelah mereka tiada.

اللهم إنا نسألك بعزتك وجلالك وعظمتك وكمالك أن تعطينا من البرأكمله وأجله وأفضله وان تتقبل منا ذالك خالصا لوجهك الكريم مجيبا لرضوانك العظيم وآخر دعوانا أن الحمد لله رب العالمين

“Ya Allah kami meminta kepadaMu dengan kemuliaanMu, keagunganMu, kebesaranMu dan kesempurnaanMu agar Engkau berikan kepada kami bakti yang paling sempurna, yang paling agung, yang paling afdhal. Terimalan amalan kami murni karena mengharap wajahMu Al Karim, mengharap agungnya keridhaanMu.”

-selesai bihamdillah-

Ya Allah, ampunilah kami, kedua orangtua kami dan kamu mukiminin seluruhnya di hari perhitungan..

****
Sumber: Mutiara Faidah Fadhilatusy Syaikh Muhammad Mukhtar Asy Syinqithiy hafidzahullah

Diterjemahkan secara bebas oleh Penerjemah Wanitasalihah.com
Artikel wanitasalihah.com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *