Renungan Untukmu yang Masih Enggan Shalat: Pada Hari Kiamat, Orang yang Meninggalkan Shalat Akan bersama Qarun, Fir’aun, Haman dan Ubay bin Khalaf


Sholat

Menjaga shalat merupakan bukti kebenaran dan kejujuran iman seseorang, bukan iman seorang munafik (hanya iman pada dzahirnya saja), dan bukan pula iman sedangkan menyepelekannya merupakan pertanda khidzlaan (ditelantarkan dan tidak ditolong oleh Allah subhanahu wa ta’ala) dan khusraan (kerugian dunia dan akhirat). Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr bin al Ash dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa suatu hari beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan peringatan tentang shalat. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَنْ حَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُوراً وَبُرْهَاناً وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ يَكُنْ لَهُ نُورٌ وَلاَ بُرْهَانٌ وَلاَ نَجَاةٌ وَكَانَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مَعَ قَارُونَ وَفِرْعَوْنَ وَهَامَانَ وَأُبَىِّ بْنِ خَلَفٍ

“Siapa yang menjaga shalat, maka ia akan mendapatkan cahaya, petunjuk, keselamatan pada hari kiamat. Siapa yang tidak menjaganya, maka ia tidak mendapatkan cahaya, petunjuk, dan keselamatan kelak. Nantinya di hari kiamat, ia akan dikumpulkan bersama Qorun, Fir’aun, Haman, dan Ubay bin Khalaf.” (Shahih, dishahihkan oleh Syaikh al Albani. HR. Ahmad, ad Darimi dan al Baihaqi dalam Syu’abul Iimaan. Lihat al Misykaah (I/139, no. 578, asy Syaamilah)

Orang yang meninggalkan shalat akan bersama Qarun, seorang tokoh yang diberi ilmu dunia dan harta kekayaan yang melimpah, lalu ia lupa bahwa ilmu yang ia miliki dan harta yang ia kumpulkan pada hakikatnya adalah karunia dari Allah subhanahu wa ta’ala. Ia berlaku sombong dengan mengatakan bahwa, “Aku mendapatkan kekayaan ini karena ilmu yang aku punyai.” Maka dia dan hartanya ditenggelamkan ke dalam bumi, atas perintah Allah yang Maha Perkasa.

Oang yang meninggalkan shalat akan bersama Fir’aun yang mengaku sebagai tuhan dan bersama Haman, yang menjadi pembantu setianya. Atas kekafiran, kedzaliman dan kesombongannya, keduanya ditenggelamkan di laut Merah.

Orang yang meninggalkan shalat akan bersama Ubay bin Khalaf, tokoh munafik yang berpura-pura Islam, namun hatinya kafir. Ia salah seorang tokoh munafik yang senantiasa menikam kaum muslimin dari belakang. Memang mereka pun shalat berjamaah, akan tetapi mereka sangat malas, sehingga jarang melakukannya. Adapun di rumahnya, jelas mereka tidak melakukannya, karena ia hanya melakukan shalat kalau dilihat oleh manusia saja. Hal ini sebagaimana dibongkar oleh Allah ta’ala dalam firman-Nya:

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلَاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلَا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلَّا قَلِيلًا

 “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya’ (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (Qs. An Nisa: 142)

Wahai saudara seiman, maka peliharalah shalat. Dan khusus bagi laki-laki, jagalah shalat berjamaah di Masjid bersama kaum mukmin. Jangan menjadi pemalas dalam shalat berjamaah, karena ancamannya sangat berat.

**

Diambil dari buku Akibat Orang yang Meninggalkan Shalat, Abu Muhammad Ibnu Shalih bin Hasbullah, Pustaka Ibnu Umar

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *