Catatan Ramadhan (5): Kiat Ber-Medsos ketika Ramadhan


Medsos seakan menjadi kebutuhan harian setiap orang. Kita akui, banyak kemudahan yang bisa diperoleh dengan medsos.

  • Ketika seorang ibu tak sempat memasak sendiri untuk antaran buka puasa di masjid, dia bisa menelepon pihak catering untuk pesan-antar sesuai menu yang diinginkan.
  • Ketika seorang ayah tak sempat berbuka puasa bersama keluarga di rumah, dia bisa menghubungi anaknya untuk sekadar bercengkerama.
  • Ketika seorang anak perlu aktivitas bermanfaat sepanjang Ramadhan, ibunya bisa mencari ide-ide segar via medsos.
  • Ketika kita bingung dengan suatu perkara syariat, kita bisa mencari jawabannya dari referensi online tepercaya atau menanyakan langsung ke ustadz via medsos.

Di sisi lain, kita bersama sudah tahu bahwa di dunia medsos terbenam banyak “ranjau”. Ranjau-ranjau maksiat dan dosa. Bila kita salah melangkah, bisa-bisa kita menginjak “ranjau” itu. Akhirnya, kesempurnaan puasa kita berkurang dan pahala pun ikut berkurang.

Karena itulah, kali ini Redaksi WanitaSalihah.Com akan membagi beberapa kiat bermedsos ketika Ramadhan. Semoga medsos ini membawa manfaat sepanjang Ramadhan kita, bukan malah sebaliknya.

1. Al-Quran dan ibadah tetap yang utama

Medsos adalah sarana duniawi. Statusnya sama seperti hal mubah lainnya: bermanfaat bila digunakan sebagai sarana ibadah. Oleh sebab itu, berikanlah medsos jatah secukupnya. Kita gunakan medsos seperlunya, agar kita bisa memiliki waktu yang jauh lebih banyak untuk berinteraksi dengan Al-Quran dan melakukan ibadah lainnya.

2. Jaga mata dan telinga

Kadang kita tak sengaja berjumpa “ranjau” di medsos, seperti aurat wanita/lelaki, musik, gosip seputar dunia selebriti, berita politik, dan semacamnya. Ini adalah petaka pada hari-hari biasa, apatah lagi pada bulan suci Ramadhan.

Hati-hati! Sekali kita menginjaknya, ledakannya bisa dahsyat sekali.

Kita melihat atau mendengar perkara yang haram. Padahal puasa itu bukan hanya menahan lapar dan dahaga, tapi juga menahan pandangan, pendengaran, lisan, hati, dan seluruh anggota tubuh.
Sekali melihat atau mendengar, jejaknya akan terus terbayang dan terngiang. Hati-hati bila menjumpai hal yang haram atau tidak bermanfaat sama sekali. Dia akan mendesak ruang di hati kita, meminta tempat yang sangat banyak. Membuat benak kita sibuk mengingatnya. Gosip artis, berita politik, dan banyak hal penting lainnya kadang menjadi ranjau tak terduga. Lebih baik kita waspadasebelum tak sadar menginjaknya. Kepada Allah kita memohon taufik.

3. Jauhi debat dan ucapan yang tak berguna

Medsos membuat lisan mampu terdiam tapi jari berubah menjadi sangat gesit. Pada hari-hari biasa saja, kita seharusnya menghindari debat dan ucapan yang tak berguna. Apatah lagi pada saat Ramadhan yang istimewa ini.

Debat dan ucapan yang tak berguna juga akan menyita begitu banyak waktu dan menguras perasaan. Alhasil, waktu, tenaga, dan pikiran yang bisa digunakan untuk hal-hal yang bermanfaat malah terbuang sia-sia atau bahkan mengantarkan diri ke pintu dosa.

Dosa itu tetap saja sama, apakah pada bulan Ramadhan atau bulan selainnya. Dia tetaplah dosa kepada Allah Sang Khalik. Dosa itu akan membuat kita malu dan menyesal pada hari hisab kelak.

Bilal bin Sa’ad rahimahullah, seorang tabi’in, berkata,

لا تنظر إلى صغر المعصية، ولكن انظر من عصيت

“Jangan melihat kecilnya maksiat, tapi lihatlah kepada siapa engkau bermaksiat.” (Ad-Da’ wad Dawa’: 82)

***
Disusun oleh Redaksi WanitaSalihah.Com
Artikel WanitaSalihah.Com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *