Adab, Aklak, dan Doa

Sunnah yang Ditinggalkan (1): Membaca Hamdalah Saat Menerima Makanan

Sunnah yang Ditinggalkan (1): Membaca Hamdalah Saat Menerima Makanan

Diantara sunnan Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang banyak ditinggalkan adalah mengucapakan hamdalah tatkala menerima makanan. Abu Hurairah radhiyallahu’anhu beliau berkata, أعطيت النبي صلى الله عليه وسلم القدح فحمد الله وسمّى . “Aku memberikan cangkir kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam. Kemudian beliau memuji Allah dan menyebut namaNya (membaca basmalah).” (HR. Bukhari No. 6452) Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan,

Catatan Ramadhan (9): Celaka karena Tidak Diampuni

Catatan Ramadhan (9): Celaka karena Tidak Diampuni

Diriwayatkan dari Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu; dia berkata, وعن كعب بن عجرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : احضروا المنبر فحضرنا فلما ارتقى درجة، قال آمين. فلما ارتقى الدرجة الثانية، قال آمين. فلما ارتقى الدرجة الثالثة، قال آمين. فلما نزل قلنا يا رسول الله لقد سمعنا منك اليوم

Catatan Ramadhan (5): Kiat Ber-Medsos ketika Ramadhan

Catatan Ramadhan (5): Kiat Ber-Medsos ketika Ramadhan

Medsos seakan menjadi kebutuhan harian setiap orang. Kita akui, banyak kemudahan yang bisa diperoleh dengan medsos. Ketika seorang ibu tak sempat memasak sendiri untuk antaran buka puasa di masjid, dia bisa menelepon pihak catering untuk pesan-antar sesuai menu yang diinginkan. Ketika seorang ayah tak sempat berbuka puasa bersama keluarga di rumah, dia bisa menghubungi anaknya


Catatan Ramadhan (2): Menjadi Orang Bertakwa dengan Berpuasa Ramadhan

Catatan Ramadhan (2): Menjadi Orang Bertakwa dengan Berpuasa Ramadhan

Allah Ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183) Mengapa kita diwajibkan berpuasa? Apakah supaya kita merasa lapar dan haus? Bukan. Akan tetapi … لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون

Sunnah-sunnah Ketika Minum Susu

Sunnah-sunnah Ketika Minum Susu

1. Membaca basmalah sebelum minum Dari Umar bin Abu Salamah radhiyallahu’anhuma beliau berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepadaku, ‏”‏سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ‏” “Bacalah basmalah dan makanlah dengan tangan kananmu.” (HR. Bukhari No. 5376 dan Muslim No. 2022) Meskipun perintah diatas untuk makan namun berlaku pula ketika minum. Allahua’lam 2. Berdoa setelah minum susu Doanya, اللَّهُمَّ


Kaidah-kaidah Berharga Seputar Dzikir & Doa (4)

Kaidah-kaidah Berharga Seputar Dzikir & Doa (4)

Kaidah 6: Dzikir dan Do’a Berlandaskan Hadits Shahih Dzikir dan do’a yang boleh diamalkan (hanyalah) doa dan dzikir yang berlandaskan hadits yang shahih. Sebaliknya jika haditsnya lemah, maka tidak boleh diamalkan Alangkah bagusnya yang diriwayatkan oleh Imam al-Harawi rahimahullah dalam kitab Dzammul Kalam (4/68), “Bahwasanya ‘Abdullah bin al-Mubarak suatu ketika pernah tersesat disuatu jalan ketika

Kaidah-kaidah Berharga Seputar Dzikir dan Doa (3)

Kaidah-kaidah Berharga Seputar Dzikir dan Doa (3)

Kaidah 4: Dzikir dengan merendahkan suara Hukum asal dalam berdzikir yaitu dengan tidak mengeraskan suara. Allah ta’ala berfirman: وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ “Dan sebutlah (Nama) Rabb-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang,

Kaidah-kaidah Berharga Seputar Dzikir dan Doa (2)

Kaidah-kaidah Berharga Seputar Dzikir dan Doa (2)

Kaidah 2: Dzikir[1] di setiap Keadaan Dzikir disyariatkan dalam setiap keadaan. Allah ta’ala berfirman: فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُم “Ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring.” (Qs. An-Nisaa’: 103) Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Yaitu pada seluruh keadaan kalian.” (Tafsiir Ibnu Katsir, 1/521.) Akan tetapi, hal ini dikecualikan dalam dua keadaan: Pertama


Kaidah-Kaidah Berharga Seputar Do’a dan Dzikir (1)

Kaidah-Kaidah Berharga Seputar Do’a dan Dzikir (1)

Kaidah 1: Doa dan Dzikir adalah Tauqifiyyah Dzikir-dzikir yang telah ditentukan waktu dan tempatnya, dasarnya adalah tauqifiyyah, (yaitu) harus berdasarkan dalil, contoh atau nash. Tidak boleh ditambah, dikurangi atau dirubah lafadznya walaupun maknanya shahih. Untuk lebih memahami kaidah ini perhatikan hadits berikut: Bara’ bin ‘Azib رضي الله عنه berkata: “Rasulullah صلى الله عليه و سلم

Memakai Sandal Termasuk Ibadah

Memakai Sandal Termasuk Ibadah

Saudariku, kebanyakan diri kita tidak menyadari perkara yang kita anggap sepele dalam kehidupan sehari-hari namun sejatinya merupakan ibadah yang bernilai tinggi disisi Allah Ta’ala jika kita niatkan mengikuti sunnah Rasul shallallahu’alaihi wasallam saat melakukannya. Bahkan dengan menjalankan perintah dan menjauhi larangan Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam sekecil apapun itu menjadi sebab datangnya kecintaan Allah kepada hamba tersebut

Benarkah Tidak Boleh Bicara Ketika Makan?

Benarkah Tidak Boleh Bicara Ketika Makan?

Fatwa Syaikh Abdul Aziiz Abdullah Bin Baz rahimahullah Beliau rahimahullahmenjawab tatkala diajukan pertanyaan tentang masalah ini: لا حرج في ذلك، وقد تكلم النبي – صلى الله عليه وسلم – على الطعام ووعظ الناس على الطعام وتحدث معهم على الطعام، فلا حرج في ذلك ولا بأس بذلك. والحمد لله. Tidak masalah. Nabi shallallahu’alaihi wasallam juga berbicara