Ayahku Meninggal di Bulan Ramadhan Tahun Ini, Apa yang Harus Kuperbuat? July 15, 2016 by WanitaSalihah.Com 0 comments 3682 viewson Adab, Aklak, dan Doa Nasehat Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Mukhtar Asy Syinqithiy hafizhahullah Pertanyaan: Fadhilatusy Syaikh, sungguh aku mencintaimu karena Allah. Ayahku meninggal di bulan Ramadhan tahun ini, rahimahullah. Bagaimana caranya agar aku bisa berbakti kepadanya setelah beliau wafat. Wajazaakumullahu khairan. Jawab: Saya memohon kepada Allah agar merahmati beliau sebagaimana Allah merahmati kaum muslimin seluruhnya, memberi ampunan beliau wahuwa …
Sunnah yang Ditinggalkan (2): Memuji Makanan dan Tidak Mencelanya June 17, 2016 by WanitaSalihah.Com 0 comments 7085 viewson Adab, Aklak, dan Doa Memuji makanan Dari Jabir radhiyallahu’anhu beliau berkata, أن النبي صلى الله عليه وسلم سال أهله الأدم فقالوا: ما عندنا إلا خل فدعا به فجعل يأكل ويقول: نعم الأدم الخل نعم الأدم الخل “Bahwasanya Nabi shallallahu’alaihi wasallam meminta kepada istri beliau lauk. Lalu mereka menjawab, “Kami tidak punya lauk kecuali cuka.” Kemudian beliau memintanya dan memakannya …
Sunnah yang Ditinggalkan (1): Membaca Hamdalah Saat Menerima Makanan June 16, 2016 by WanitaSalihah.Com 0 comments 2854 viewson Adab, Aklak, dan Doa Diantara sunnan Nabi shallallahu’alaihi wasallam yang banyak ditinggalkan adalah mengucapakan hamdalah tatkala menerima makanan. Abu Hurairah radhiyallahu’anhu beliau berkata, أعطيت النبي صلى الله عليه وسلم القدح فحمد الله وسمّى . “Aku memberikan cangkir kepada Nabi shallallahu’alaihi wasallam. Kemudian beliau memuji Allah dan menyebut namaNya (membaca basmalah).” (HR. Bukhari No. 6452) Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullah mengatakan, …
Catatan Ramadhan (9): Celaka karena Tidak Diampuni June 14, 2016 by Redaksi WanitaSalihah.Com 0 comments 13486 viewson Adab, Aklak, dan Doa, Ramadhan dan Ied Diriwayatkan dari Ka’ab bin ‘Ujrah radhiyallahu ‘anhu; dia berkata, وعن كعب بن عجرة رضي الله عنه قال قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : احضروا المنبر فحضرنا فلما ارتقى درجة، قال آمين. فلما ارتقى الدرجة الثانية، قال آمين. فلما ارتقى الدرجة الثالثة، قال آمين. فلما نزل قلنا يا رسول الله لقد سمعنا منك اليوم …
Catatan Ramadhan (5): Kiat Ber-Medsos ketika Ramadhan June 10, 2016 by Redaksi WanitaSalihah.Com 0 comments 3049 viewson Adab, Aklak, dan Doa, Ramadhan dan Ied Medsos seakan menjadi kebutuhan harian setiap orang. Kita akui, banyak kemudahan yang bisa diperoleh dengan medsos. Ketika seorang ibu tak sempat memasak sendiri untuk antaran buka puasa di masjid, dia bisa menelepon pihak catering untuk pesan-antar sesuai menu yang diinginkan. Ketika seorang ayah tak sempat berbuka puasa bersama keluarga di rumah, dia bisa menghubungi anaknya …
Catatan Ramadhan (2): Menjadi Orang Bertakwa dengan Berpuasa Ramadhan June 7, 2016 by Redaksi WanitaSalihah.Com 0 comments 3971 viewson Adab, Aklak, dan Doa, Ramadhan dan Ied Allah Ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون “Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 183) Mengapa kita diwajibkan berpuasa? Apakah supaya kita merasa lapar dan haus? Bukan. Akan tetapi … لَعَلَّكُمْ تَتَّقُون …
Sunnah-sunnah Ketika Minum Susu April 21, 2016 by WanitaSalihah.Com 0 comments 12641 viewson Adab, Aklak, dan Doa 1. Membaca basmalah sebelum minum Dari Umar bin Abu Salamah radhiyallahu’anhuma beliau berkata, “Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda kepadaku, ”سَمِّ اللَّهَ، وَكُلْ بِيَمِينِكَ” “Bacalah basmalah dan makanlah dengan tangan kananmu.” (HR. Bukhari No. 5376 dan Muslim No. 2022) Meskipun perintah diatas untuk makan namun berlaku pula ketika minum. Allahua’lam 2. Berdoa setelah minum susu Doanya, اللَّهُمَّ …
Kaidah-kaidah Berharga Seputar Dzikir & Doa (5-Selesai) April 20, 2016 by WanitaSalihah.Com 1 comment 3900 viewson Adab, Aklak, dan Doa Kaidah 8: Dzikir Ada Tiga Tingkatan Yaitu: 1. Dzikir dengan hati dan lisan. Dan ini adalah dzikir yang paling afdhol. 2. Dzikir dengan hati saja. 3. Dzikir dengan lisan saja. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Dzikir yang paling afdhol adalah dengan hati dan lisan. Dan dzikir dengan hati saja itu lebih utama daripada dzikir dengan …
Kaidah-kaidah Berharga Seputar Dzikir & Doa (4) April 18, 2016 by WanitaSalihah.Com 1 comment 2915 viewson Adab, Aklak, dan Doa Kaidah 6: Dzikir dan Do’a Berlandaskan Hadits Shahih Dzikir dan do’a yang boleh diamalkan (hanyalah) doa dan dzikir yang berlandaskan hadits yang shahih. Sebaliknya jika haditsnya lemah, maka tidak boleh diamalkan Alangkah bagusnya yang diriwayatkan oleh Imam al-Harawi rahimahullah dalam kitab Dzammul Kalam (4/68), “Bahwasanya ‘Abdullah bin al-Mubarak suatu ketika pernah tersesat disuatu jalan ketika …
Kaidah-kaidah Berharga Seputar Dzikir dan Doa (3) April 13, 2016 by WanitaSalihah.Com 0 comments 2903 viewson Adab, Aklak, dan Doa Kaidah 4: Dzikir dengan merendahkan suara Hukum asal dalam berdzikir yaitu dengan tidak mengeraskan suara. Allah ta’ala berfirman: وَاذْكُرْ رَبَّكَ فِي نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ الْجَهْرِ مِنَ الْقَوْلِ بِالْغُدُوِّ وَالْآصَالِ وَلَا تَكُنْ مِنَ الْغَافِلِينَ “Dan sebutlah (Nama) Rabb-mu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, diwaktu pagi dan petang, …
Kaidah-kaidah Berharga Seputar Dzikir dan Doa (2) April 10, 2016 by WanitaSalihah.Com 0 comments 3489 viewson Adab, Aklak, dan Doa Kaidah 2: Dzikir[1] di setiap Keadaan Dzikir disyariatkan dalam setiap keadaan. Allah ta’ala berfirman: فَاذْكُرُوا اللَّهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِكُم “Ingatlah Allah diwaktu berdiri, diwaktu duduk dan diwaktu berbaring.” (Qs. An-Nisaa’: 103) Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Yaitu pada seluruh keadaan kalian.” (Tafsiir Ibnu Katsir, 1/521.) Akan tetapi, hal ini dikecualikan dalam dua keadaan: Pertama …
Kaidah-Kaidah Berharga Seputar Do’a dan Dzikir (1) April 8, 2016 by WanitaSalihah.Com 0 comments 3552 viewson Adab, Aklak, dan Doa Kaidah 1: Doa dan Dzikir adalah Tauqifiyyah Dzikir-dzikir yang telah ditentukan waktu dan tempatnya, dasarnya adalah tauqifiyyah, (yaitu) harus berdasarkan dalil, contoh atau nash. Tidak boleh ditambah, dikurangi atau dirubah lafadznya walaupun maknanya shahih. Untuk lebih memahami kaidah ini perhatikan hadits berikut: Bara’ bin ‘Azib رضي الله عنه berkata: “Rasulullah صلى الله عليه و سلم …