Jalan Hidup

Apa Kata Ahlul Bait Tentang Abu Bakar dan Umar

Apa Kata Ahlul Bait Tentang Abu Bakar dan Umar

*Muhammad bin Ali bin Husain bin Ali bin Abi Thalib yang bergelar Al Baaqir Beliau berkata, ”Telah ijma’ anak cucu Fatimah untuk mengatakan tentang Abu Bakar dan Umar dengan sebaik-baik (sebagus-bagus) perkataan.” (Dibawakan oleh Adz Dzahabi di kitabnya Siyar A’laamin Nubalaa’ 4/406) Beliaupun pernah berkata, ”Sesungguhnya kaum (syi’ah) di Irak mengatakan bahwa mereka mencintai kami

Kupas Tuntas Kronologi Pembunuhan Husain radhiyallahu ‘anhu

Kupas Tuntas Kronologi Pembunuhan Husain radhiyallahu ‘anhu

1. Pembaiatan Yazid dan penolakan al-Husain radhiyallahu ‘anhu untuk membai’atnya serta keluarnya al-Husain dari Makkah menuju Kufah. Yazid di bai’at menjadi khalifah pada tahun 60 H. Umurnya ketika itu 34 tahun. Namun al-Husain dan ‘Abdullah bin az-Zubair radhiyallahu ‘anhuma belum membai’atnya, padahal keduanya berada di Madinah. Ketika keduanya diminta membai’at Yazid, Abdullah bin az-Zubair berkata

Istri Istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Adalah Ibu Kaum Muslimin

Istri Istri Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa Sallam Adalah Ibu Kaum Muslimin

Istri-istri rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah ibu bagi kaum mukminin dan bukan bagi orang kafir. Oleh karenanya jika seseorang mengku Islam, tidak layak baginya untuk mencela dan melaknat ibu mereka sendiri. Bahkan kita harus menghormati dan memuliakannya. Allah ta’ala telah berfirman: “Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan


Jika Kami Durhaka kepada Allah, Bencilah Kami!

Jika Kami Durhaka kepada Allah, Bencilah Kami!

Jika Kami Taat kepada Allah maka Cintailah Kami, tapi Jika Kami Durhaka kepada-Nya, Bencilah Kami! Suatu hari seorang laki-laki mendatangi Al-Hasan Al Mutsanna. Entah mengapa, laki-laki itu memuji ahlul bait secara berlebihan. Mendengar sanjungan seperti itu, Al-Hasan Al-Mutsanna langsung marah, “Apa-apaan kalian ini! Cintailah kami karena Allah. Jika kami taat kepada Allah maka cintailah kami,

Celaan Syiah Terhadap Sahabat Adalah Sebuah Celaan Terhadap Rasulullah

Celaan Syiah Terhadap Sahabat Adalah Sebuah Celaan Terhadap Rasulullah

Sudah diketahui secara mutawatir yang tidak sama lagi oleh orang awam dan terpelajar bahwa Abu Bakar, Umar dan Ursman radhiyallahu ‘anhum memiliki keistimewaan yang besar di sisi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan mereka adalah sahabat yang paling dekat dengan beliau. Beliau telah menjalin ikatan keluarga dengan mereka lewat pernikahan. Beliau mencintai dan memuji mereka.

Ali bin Abi Thalib Pernah Membakar Orang-Orang yang Menyatakan bahwa Ali adalah Tuhan

Ali bin Abi Thalib Pernah Membakar Orang-Orang yang Menyatakan bahwa Ali adalah Tuhan

Inilah yang dikatakan oleh tokoh golongan ekstrim Syi’ah Rafidhah, Abdullah bin Saba’ dimana ia datang kepada Ali bin Abi Thalib dan berkata kepadanya, “Engkau adalah Allah yang sebenarnya.” Ali radhiyallahu ‘anhu tidak rela ada orang yang mendudukkannya leih dari kedudukannya yang sebenarnya, bahkan dengan kearifan, keadilan, ilmu dan pengetahuannya Ali radhiyallahu ‘anhu menyatakan di atas


Haruskah Keridhaan Manusia Menjadi Alasannya?

Haruskah Keridhaan Manusia Menjadi Alasannya?

Seringkali perasaan tidak enak menjadikan seseorang terus berbuat dosa. Kesyirikan yang telah mengakar dan menjadi adat istiadat di masyarakat kita sebenarnya hampir setiap orang telah mengetahui. Seperti tidak bolehnya memberikan sesajen kepada pohon atau penguasa laut, ritual keagamaan lainnya yang disandarkan pada islam yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat radhiallahu

Menurut Syiah: Ziarah ke Kuburan Para Imam Lebih Utama Dari Haji ke Baitullah

Menurut Syiah: Ziarah ke Kuburan Para Imam Lebih Utama Dari Haji ke Baitullah

Ulama-ulama Syiah berkeyakinan bahwa berhaji ke makam para imam lebih agung daripada menunaikan rukun Islam yang kelima (berhaji ke Baitullah). Ini merupakan bentuk berlebih-lebihan terhadap imam Ahlul Bait setelah mereka wafat. Para ulama Syiah membuat riwayat-riwayat palsu yang menyebutkan pahala yang seperti khayalan bagi orang muslim yang berziarah ke makam para imam. Dan banyaknya riwayat

Bukan Multazim, Tapi Mustaqim

Bukan Multazim, Tapi Mustaqim

Syaikh Ibnu Utsaimin rahimahullahu Ta’ala menjelaskan, “Penggunaan lafal multazim untuk menyebut ‘orang yang baik’ adalah cara yang keliru. Bacalah firman Allah ‘Azza wa Jalla, إِنَّ الَّذِينَ قَالُوا رَبُّنَا اللَّهُ ثُمَّ اسْتَقَامُوا ‘Sesungguhnya, orang-orang yang mengatakan, ‘Tuhan kami adalah Allah,’ kemudian mereka istiqamah ….’ (QS. Fushshilat:30) Ataukah di dalamnya digunakan kata iltazamu? Tentu tidak. Baiklah, silakan


Antara Syiah, Yahudi dan Nashrani

Antara Syiah, Yahudi dan Nashrani

Ukhti salihah, Ukhti pernah mendengar kata syiah? Syiah Rafidhah, Syiah Ja’fariyyah, Syiah Itsna Asyariyyah,  Syiah Imamiyyah sejatinya nama-nama yang menunjukkan satu sekte yang menyeru kepada kesesatan, kebid’ahan, kedustaan, kedzaliman, mengkultuskan Ali radhiallahu’nahu dan ahlul bait Nabi shallallahu’alaihi wasallam dengan kecintaan yang melampui batas. Lalu apa hubungannya dengan Yahudi? Abdullah bin Saba’, pencetus lahirnya sekte Syiah

Antara Awan dan Persahabatan

Antara Awan dan Persahabatan

Teman, pandanglah langit yang biru. Di sana awan berarak beriringan. Meneduhkan bumi agar tak berpenuh peluh karena sengatan mentari. Pepatah Arab mengungkapkan persahabatan dengan sepotong kalimat ringkas, اَلصَّاحِبُ سَاحِبٌ “Teman itu menarik.” Ash-shaahib saahib. Teman itu menarik, punya kekuatan mempengaruhi kawannya. Dalam bahasa Arab, awan adalah sahaab (سحاب), sedangkan sesuatu/seseorang yang menarik disebut saahib (ساحب).

Sekilas tentang Istilah Manhaj

Sekilas tentang Istilah Manhaj

Manhaj – secara bahasa – artinya jalan. Allah Ta’ala berfirman, لِكُلٍّ جَعَلْنَا مِنكُمْ شِرْعَةً وَمِنْهَاجاً “Bagi setiap umat di antara kalian, Kami berikan syir’ah (aturan) dan manhaj (jalan).” (QS. Al-Maidah: 48) Shahabat Nabi, Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, menerangkan maksudnya adalah “jalan dan sunnah (tuntunan)”; lihat Mahaj As-Salaf Ash-Shalih fi Tarjih Al-Mashalih, hlm. 34, oleh Syaikh