Silsilah Belajar Tafsir #10


DImanakah Akal Berada?

Allah Ta’ala berfirman,

فَإِنَّهَا لَا تَعْمَىٰ الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَىٰ الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ

“Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada

Allamah Muhammad Ibn Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah

• – سبحان الله ! كأن هذه الآية تنزل علىٰ حال الناس اليوم ، بل حال الناس في القديم .

Subhanallah

Seakan ayat ini turun membicarakan keadaan manusia saat ini, bahkan manusia tetdahulu..

• – يعني : هل العقل في الدماغ أو العقل في القلب ؟

Yaitu apakah akal berada di otak ataukah di dalam hati?

• – هذه مسألة أشكلت علىٰ كثير من النظار الذين ينظرون إلىٰ الأمور نظرة مادية لا يرجعون فيها إلىٰ قول الله تعالىٰ وقول رسوله صلىٰ الله عليه وسلم

Masalah ini pernah saya utarakan dengan banyak para pengamat yang meneliti sesuatu materi namun tidak melandasi pandangannya dengan firman Allah Ta’ala dan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.• – وإلا فالحقيقة أن الأمر فيها واضح أن العقل في القلب ، وأن القلب في الصدر ( أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا ) وقال : ( فَإِنَّهَا لَا تَعْمَىٰ الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَىٰ الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ ) ، ولم يقل القلوب التي في الأدمغة قال ( الَّتِي فِي الصُّدُورِ ) ، فالأمر فيه واضح جدًا أن العقل يكون في القلب ، ويؤيد هذا قول النبي صلىٰ الله عليه وسلم : (( ألا وإن في الجسد مضغة إذا صلحت صلح الجسد كله ، وإذا فسدت فسد الجسد كله ، إلا وهي القلب )) .

Jika tidak sebenarnya perkaranya sangat jelas bahwa akal itu berada di hati sementara hati berada di dalam Dada.

أَفَلَمْ يَسِيرُوا فِي الْأَرْضِ فَتَكُونَ لَهُمْ قُلُوبٌ يَعْقِلُونَ بِهَا فَإِنَّهَا لَا تَعْمَىٰ الْأَبْصَارُ وَلَٰكِن تَعْمَىٰ الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُور

“Maka tidak pernahkah mereka berjalan di bumi, sehingga hati (akal) mereka dapat memahami, telinga mereka dapat mendengar? Sebenarnya bukan mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.”

Allah tidaklah mengatakan, “Hati yang berada di otak.”
Akan tetapi, “Hati yang berada di Dada.”
Maka masalah ini sangat gamblang sekali, bahwa akal itu berada di hati.

Dan yang menguatkan hal ini adalah sabda Nabi shallallahu’alaihi wasallam,
“Ketahuilah bahwa di dalam jasad itu ada segumpal daging. Jika dia baik maka baik pula seluruh jasadnya, apabila dia rusak maka rusak pula seluruh jasadnya. Ketahuilah itu adalah hati.”

فما بالك بأمر شهد به كتاب الله ، والله تعالىٰ
هو الخالق العالم بكل شيء ، وشهدت به سنة الرسول صلىٰ الله عليه وسلم !

Lalu kemana pikiranmu terhadap suatu perkara yang telah di persaksikan kitabullah, sementara Allah Ta’ala Dzat Maha Pencipta segala sesuatu di jagad ini. Begitupula dipersaksikan oleh Sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam.

• – إن الواجب علينا إزاء ذلك أن نطرح كل قول يخالف كتاب الله تعالىٰ وسنة رسوله صلى الله عليه وسلم وأن نجعله تحت أقدامنا ، وأن لا نرفع به رأسًا .

Maka yang wajib bagi kita membalikkan hal ini dan membuang semua pendapat yang bertentangan dengan kitabullah Ta’ala Dan Sunnah Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam serta meletakkannya di bawah telapak kaki kita Dan jangan sekali-kali mengangkatnya sebagai kepala (panduan).• – إذًا : القلب هو محل العقل ولاشك ، ولكن الدماغ محل التصور ، ثم إذا تصورها وجهزها بعث بها إلىٰ القلب ، ثم القلب يأمر أو ينهىٰ ، فكأن الدماغ سكرتير يجهز الأشياء ثم يدفعها إلىٰ القلب ، ثم القلب يوجه ، يأمر أو ينهىٰ ، وهذا ليس بغريب ( وَفِي أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ ) ، وفي هذا الجسم أشياء غريبة تحار فيها العقول ، فليس بغريب أن الله – سبحانه وتعالىٰ – يجعل التصور في الرأس ، فيتصور الدماغ وينظم الأشياء ، حتىٰ إذا لم يبق إلا الأوامر أرسلها إلي القلب ، ثم القلب يحرك ، يأمر أو ينهىٰ .

Dengan demikian, tidak diragukan lagi, hati tempatnya akal, adapun otak tempat deskripsi. Jika akal sudah mendsikripsikan dan melengkapi, ia akan mengirimkannya ke hati kemudian hatilah yang akan memerintah atau melarang. Seolah-olah otak itu sebagai sekertaris yang menyiapkan segala sesuatu dan menyerahkannya ke hati. Kemudian hati yang mengarahkannya, memerintah atau melarang. Ini bukanlah perkara yang asing lagi.

وَفِي أَنفُسِكُمْ ۚ أَفَلَا تُبْصِرُونَ

“Dan pada diri kalian, tidakkah kalian melihatnya?”

Didalam jasad ini banyak sekali perkara yang membuat bingung akal. Tidak mengherankan bila Allah subhanahu wa Ta’ala menjadikan deskripsi sesuatu berada di kepala. Otak menggambarkan dan tesusunlah sesuatu hingga tidak ada yang tersisa kecuali perintah, iapun mengirimkannya ke hati. hatilah yang menggerakkan,memerintah atau melarang.

• – لأن النبي – عليه الصلاة والسلام – قال : (( إذا صلحت صلح الجسد )) فلولا أن الأمر للقلب ما كان إذا صلح صلح الجسد ، وإذا فسدت فسد الجسد كله .

karena Nabi shallallahu’alaihi wasallam bersabda, “Jika hati baik maka baiklah seluruh jasad.” Jika perintah itu bukan berasalh dari hati maka tidak mungkin baiknya hati berpengaruh kepada baiknya .jasad. dan rusaknya hati berpengaruh kepada rusaknya jasad.

• – إذًا : فالقلوب هي محل العقل والتدبير للشخص ، ولكن لا شك أن لها اتصالا بالدماغ ، ولهذا إذا اختل الدماغ فسد التفكير وفسد العقل ! فهذا مرتبط بهذا ، لكن العقل المدبر في القلب ، والقلب في الصدر ( وَلَٰكِن تَعْمَىٰ الْقُلُوبُ الَّتِي فِي الصُّدُورِ ) .

dengan demikian, hati adalah tempat berakal dan bertadabbur bagi seseorag. akan tetapi tidak ragu lagi bahwa hati berkaitan dengan otak. oleh karena itu bila otak terganggu, akan rusak pikirannya serta rusak akalnya. ini sangat berkaitan erat. akan tetapi kaal itu pengatur terletak di hati sedangkan hati berada di dalam dada.

:Syarh Riyadhushsholihiin, 1: 341

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *