Detik-Detik Sakaratul Maut


detik sakaratul maut

Ke jari-jari kedua tangan dan kedua kakinya, maka dia berusaha untuk menyaksikan detik-detik ini; detik-detik sekarat dan kesusahan.

Agar dapat menggerakkan kedua bibirnya dengan kalimat tauhid. Dan dia merasa bahwa kedua bibirnya seperti gunung yang tidak mau bergerak sedikit pun, kecuali bagi orang yang Allah mudahkan atasnya mengucapkan “La ilaha illallah”.

Apabila tersadar dari saat-saat terbagun itu, antara sekarat dan kesusahan, dan dia telah mengenali orang di sekelilingnya.

Dia melihat kepada para dokter yang berdiri di sekitar kepalanya. Dia melihat istrinya. Dia melihat kepada anak-anaknya.

Pandangan penuh harap, memanggil mereka dengan bahasa tubuhnya. Bahkan terkadang dengan bahasa lisan,

Wahai saudaraku,
Wahai keluargaku,
Wahai anakku,
Wahai teman tercintaku …
Jangan tinggalkan aku sendirian,
Jangan biarkan aku sendiri dalam liang lahatku.
Akulah yang telah membangun istana-istana itu untuk kalian.
Akulah yang membuat meriah rumah-rumah kalian.
Akulah yang menumbuhkan perdagangan itu untuk kalian.
Maka siapa di antara kalian yang dapat menambah umurku sebulan atau dua bulan?
Setahun atau dua tahun?
Bahkan sejam atau dua jam?

Dan di sinilah suara Al-Haq (Allah) meninggi,

فَلَوْلَا إِذَا بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ (*) وَأَنتُمْ حِينَئِذٍ تَنظُرُونَ  (*) وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنكُمْ وَلَكِن لَّا تُبْصِرُونَ (*) فَلَوْلَا إِن كُنتُمْ غَيْرَ مَدِينِينَ (*) تَرْجِعُونَهَا إِن كُنتُمْ صَادِقِينَ (*) فَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ الْمُقَرَّبِينَ (*) فَرَوْحٌ وَرَيْحَانٌ وَجَنَّةُ نَعِيمٍ (*) وَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ أَصْحَابِ الْيَمِينِ (*) فَسَلَامٌ لَّكَ مِنْ أَصْحَابِ الْيَمِينِ (*) وَأَمَّا إِن كَانَ مِنَ الْمُكَذِّبِينَ الضَّالِّينَ (*) وَتَصْلِيَةُ جَحِيمٍ (*) إِنَّ هَذَا لَهُوَ حَقُّ الْيَقِينِ (*) فَسَبِّحْ بِاسْمِ رَبِّكَ الْعَظِيمِ (*)

Maka mengapa ketika nyawa sampai di kerongkongan,
Padahal kamu ketika itu melihat,
Dan Kami lebih dekat kepadanya dari pada kamu. Tetapi kamu tidak melihat,..
Maka mengapa jika kamu tidak dikuasai (oleh Allah)?
Kamu tidak mengembalikan nyawa itu (kepada tempatnya) jika kamu adalah orang-orang yang benar?
Adapun jika dia (orang yang mati) termasuk orang-orang yang didekatkan (kepada Allah),
Maka dia memperoleh ketenteraman, rezeki, serta jannah kenikmatan.
Dan adapun jika dia termasuk golongan kanan,
Maka keselamatanlah bagimu karena kamu dari golongan kanan.
Dan adapun jika dia termasuk golongan yang mendustakan lagi sesat,
Maka dia mendapat hidangan air yang mendidih,
Dan dibakar di dalam jahannam.
Sesungguhnya (yang disebutkan ini) adalah suatu keyakinan yang benar.
Maka bertasbihlah dengan (menyebut) nama Rabb-mu yang Mahabesar.
(QS. Al-Waqi’ah: 83-96)

Video ceramah Syaikh Muhammad Hassan. Disalin dari transkrip Tangisan Para Ulama II, Marjan Production.

Artikel WanitaSalihah.Com

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *